Ingin Berwisata ke Banten? Kontak Exclusive Travelindo

  • Telp : (0254) 227088
  • Hp: +62812 820 67070 / +62878 7137 1170
  • Pin BB: 536E2CAB
  • Email: exclusivetravelindo@gmail.com
Menu

Banten Dalam Khasanah Sastra Eropa

March 22, 2016 | Sejarah Banten

BANTEN DALAM KHASANAH SASTRA EROPA

Mungkin tidak banyak orang tahu bahwa nama Bantam (Banten) pernah hadir di beberapa karya penyair eropa. Banten ternyata tidak hanya dikenal sebagai sebuah kota pelabuhan yang banyak dikunjungi oleh para pedagang dari seluruh dunia, untuk berjual beli berbagai barang dari mulai rempah, beras, kayu gaharu, emas, pakaian dan lain lain, tapi juga  Banten sering digambarkan sebagai tempat yang ekskotik dan diperintah oleh seorang  Sultan yang kaya raya. Beberapa karya sastra yang bisa disebut disini yang didalamnya menyebut Bantam (Banten) diantaranya adalah:

  1. Ben Jonson: The Alchemist (1610)

The alchemist adalah sebuah naskah drama yang menceritakan tiga orang penipu yang  memiliki batu sakti, lalu mereka berjumpa dengan seorang wanita yang cantik dan berasal dari kaum bangsawan. Salah seorang dari mereka bernama Mammon  minta kepada pembantunya yang bernama Face untuk mengatakan pada wanita yang ditaksirnya.

“Mammon: dapatkah kau menceritakan siapa diriku? Dan menyanjung nyanjungku..? dan bilang aku lakilaki ningrat?

Face: Apa lagi, tuan?…bahwa berkat batu sakti,anda bakal menjadikannya  ratu, permaisuri, dan menobatkan diri anda raja Bantam” Jonson adalah penulis yang temashur di Inggris dan banyak menghasilkan karya yang disukai banyak orang.

  1. Aphra Behn: The Court of the King Of Bantam (1683)

Ppenulis kelahiran  tahun 1640 ini  berkewarganegaraan inggris tapi  dibesarkan di Suriname yang waktu itu daerah jajahan Inggris. Cerpen ini menceritakan tentang penobatan seorang raja dan ratunya. Dalam cerita ini digambarkan bahwa raja yang dinobatkan ini adalah raja yang royal dan murah hati. Konon sahabat sahabtanya menamamakannya debagai raja Bantam (Banten). Sebelum novel itu terbit ada dutabesar dari Banten yang ditang ke London dan orang orang berfikir bahwa Banten adalah sebuah Negara yang kaya raya.

  1. WILLIAM Congreve : Love for Love (1695)

Ini adalah cerita komedi yang sangat disukai penonton, karena didalamnya ada cerita percintaan antara seorang anak dari keluarga kaya dan berkedudukan tinggi mencintai seorang gadis biasa. Didalamnya di singgung nama Bantam (banten) sebagai daerah yang eksotis dan penuh sensasi.

  1. Onno Zwier Van Haren: Agon Sulthan van Bantam (1769)

Sastrawan kelahiran Friesland ini adalah seorang penulis naskah derama. Dan Agon (Sultan Agung) adalah sebuah drama lima babak yang menceritakan perebutan kekuasaan yang tejadi di tanah Banten. Agon yang sudah tua memiliki dua anak yang paling tua bernama Abdul dan yang kedua bernama Hasan. Konon Abdul tidak suka kalau kekuasaannya di bagi dua. Dengan diam diam dia bekerjasama dengan kompeni Belanda untuk melenyapkan Hasan agar kekuasaan kesultanan utuh berada ditangannya.

  1. Abbe Jean-Paul Bignon: Les avantures d’ Abdalla…

Penulis buku ini lahir di Prancis dan bukunya terbit pertama kali tahun 1712. Buku ini lebih berisi sejarah petualangan di kawasan samudra Hindia. Nama Banten sekelumit disinggung ketika kapal diserang badai yang memaksanya bersauh di pelabuhan Banten. Disana ia berjumpa dengan ahli nujum (zwangi) seorang Maluku yang mampu meredakan amarah roh roh jahat (Nitos) yang dikirim oleh Iblis udara Lanitho yang agung) untuk menerjang kapalnya. Kata Lanitho berhasal dari bahasa Filipina, anito yang serumpun dengan “hantu” dalam bahasa melayu.

Kesimpulan

Buku yang disebutkan diatas hanya beberapa buah saja dari sekian banyak buku yang juga menyinggung keberadaan Banten.

Seluruh buku buku yang ditulis oleh para sastrawan Eropa diatas, baik yang bersendikan kenyataan maupun hanya fiksi belaka, menunjukan bahwa Banten pada masa itu menjadi Branding Topic dunia dalam skala waktu yang lumayan lama. Rata rata mereka menggambarkan bahwa Banten adalah sebuah tampat yang ekskotik. Dikatak eksotis karena memiliki iklim yang berbeda dengan Eropa, kaya dengan hasil bumi yang memang tidak bisa ditemukan di tempat  lain, selain di Banten.

By: Edih Sarto

Baca juga: Meriam Ki Amuk

Related For Banten Dalam Khasanah Sastra Eropa