Ingin Berwisata ke Banten? Kontak Exclusive Travelindo

  • Telp : (0254) 227088
  • Hp: +62812 820 67070 / +62878 7137 1170
  • Pin BB: 536E2CAB
  • Email: exclusivetravelindo@gmail.com
Menu

Sejarah Gunung Krakatau

March 1, 2016 | Sejarah Banten

Gunung Krakatau

Bicara soal Gunung Krakatau, yang tebersit tentunya gambaran gunung api aktif yang siap menyemburkan lava panasnya. Hal ini tidak salah karena Gunung Krakatau merupakan cagar alam Indonesia yang patut dinikmati, dijaga, sekaligus diwaspadai. Meskipun begitu, Gunung Krakatau sendiri sebenarnya telah sirna sejak meletusnya pada bulan Agustus 1883. Letusan dahsyat yang ditetapkan sebagai bencana dunia di kala populasi manusia telah padat tersebut, hingga hari ini masih menjadi sejarah bencana alam terbesar yang terjadi di kala teknologi dunia sedang tumbuh.

Gunung Krakatau Masa Lampau

Jauh sebelum terjadinya letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883, para ahli geologi modern memprediksi adanya induk-induk Gunung Krakatau sebelumnya dan sebelumnya lagi yang pernah meletus. Berdasarkan bukti catatan sejarah, letusan Gunung Krakatau diketahui terjadi sejak zaman prasejarah dengan siklus ratusan tahun sekali.

Di Indonesia sendiri, letusan awal tersebut menjadi cikal bakal terpisahnya kepulauan Sumatra dan Jawa. Pada bukti sejarah dalam teks jawa kuno yang ditemukan di Indonesia, catatan peristiwa letusan Gunung Krakatau tercatatat dalam kitab pustaka raja parwa yang disinyalir berasal dari tahun 416 Masehi karya Ronggowarsito. Di dalamnya disebutkan bahwa terpisahnya pulau Sumatera dan Jawa terjadi karena letusan gunung Batuwara, yang kemudian diyakini oleh para ilmuwan sebagai Gunung Krakatau.

Dampak dari letusan tersebut menghancurkan beberapa bagian tubuh induk Krakatau masa lalu sehingga menyisakan semacam kawah besar yang disebut kaldera di selat Sunda. Setelahnya muncul juga beberapa pulau kecil hasil tepian kawah yang disebut pulau panjang, Rakata, dan sertung. Belum lagi dampak berkepanjangan setelah letusan Gunung Krakatau masa lampau yang juga menyisakan penyebaran penyakit akibat temperatur yang mendingin drastis sehingga terus mengurangi populasi manusia di muka bumi.

Letusan inilah yang lantas dipercaya memengaruhi keruntuhan sejumlah peradaban dunia seperti kehancuran Persia purba, hingga luluh lantaknya suku maya, nazca, dan tikal dari peradaban Indian kuno.

Selain itu, bukti sejarah letusan Gunung Krakatau lainnya juga ditemukan dalam catatan kuno penulis Cina dan Siria mengenai kedahsyatan letusan Gunung Krakatau yang terjadi sekitar abad ke-5 hingga ke-6 masehi dan disebut-sebut sebagai abad kegelapan.

Letusan Krakatau 1883

Letusan Krakatau pada tahun 1883 merupakan sejarah kelam Indonesia yang juga meluluhlantakkan dunia. Bukan hanya mengakibatkan badai tsunami setinggi puluhan kilometer, letusan Krakatau juga melenyapkan ratusan desa disekitarnya dengan jumlah korban jiwa lebih dari 36.000 orang. Bahkan beberapa gunung ikut hancur sehingga menyebabkan bagian-bagiannya yang tampak menyerupai benda keras beterbangan di udara dan jatuh menutupi pulau Jawa dan Sumatra.

Di dunia, dampaknya juga terasa karena benda keras tersebut juga jatuh hingga ke Australia, beberapa negara Asia, hingga Pakistan. Abu vulkanis hasil ledakan juga menutupi bumi hingga berhari-hari, dan matahari bersinar lebih redup hingga setahun kemudian. Bahkan dentuman ledakan juga terdengar hingga beribu-ribu kilometer jauhnya hingga bisa terdengar oleh seperdelapan penduduk bumi.

Oleh karena itu, bukan hal yang mengejutkan jika Guinness book of record mencatat peristiwa ledakan Gunung Krakatau pada tahun 1883 sebagai ledakan alam terhebat yang pernah terekam sejarah.

Setelah ledakan tersebut, muncullah gunung api kecil yang kemudian dinamakan anak-anak Krakatau. Meski besaran Gunung Krakatau semakin ke sini semakin kecil, namun daya ledaknya tidak bisa diprediksi. Apalagi jika dorongan vulkanik dari perut bumi kemudian menciptakan jauh lebih banyak Gunung Krakatau, yang bahkan tidak tampak dari permukaan sedangkan populasi manusia bertambah padat, bahaya yang mengancam jiwa tentunya semakin sulit diprediksi.

Baca juga: Kecantikan Alami yang Ada di Pantai Jambu Banten

Related For Sejarah Gunung Krakatau