Kesenian Angklung Buhun Banten

Jika menyebut nama Angklung  imajinasi kita langsung tertuju pada sebauah alat kesenian yang terbuat dari bambu yang dimainkan baik secara perorangan ataupun berkelompok. Kesenian ini kerap disebut sebagai kesenian khas Jawa Barat karena disetiap daerah di wilayah Jawa Barat dapat ditemukan sanggar atau kelompok seni yang mengkhususkan diri mengembangkan seni yang satu ini.. tapi apakah seni angklung Buhun itu sama dengan angklung pada umumnya?

Angklung buhun banten

Disebut angklung Buhun karena ukurannya lebih besar dari angklung pada umumnya. Di Bandung angklung ini disebut Angklung Buncis di Bogor disebut Angklung Gubrag, di Cirebon disebut Angklung Bungko, di Ciamis disebut Badud, di Sukabumi disebut Angklung dogdog lojor.

Dari hasil penelusuran yang penulis lakuikan dari berbagai sumber  ternyata masyarakat yang masih setia meng apresiasi kesenian ini adalah masyarakat Baduy, terutama di tengah masyarakat Cisungsang, kanekes dan citorek yang berada di Kabupaten Lebak. Untuk masyarakat Baduy Angklung Buhun tidak hanya sekedar alat music tapi lebih dari itu. Mereka kerap memainkan Angklung Buhun ketika mulai mengambil benih,  ngaseuk (ritual menanam padi) sampai masa panen.mereka percaya bahwa Nyi Pohaci Sanghyang Asri, alias sang Dewi Padi hadir dan mendengarkan angklung yang mereka mainkan. Kualitas angklung diukur dari suaranya, kualitas yang paling baik suaranya dinamakan pasieup carang carang, yaitu bunyi angklung dengan cara mendengarkannya dari jarak jauh menghasilkan suara yang jelas dan bersih.  Suara inilah yang dipercaya disukai oleh Dewi Sri. Sebaliknya suara angklung yang tidak jelas dan tidak bersih disebut pasieup rindu. Suara angklung yang seperti ini biasanyadisebabkan oleh proses pembuatan dan pemilihan material yang kurang sempurna.

Baca juga: Kisah Kepala Loji Inggris di Banten (1603 – 1605)

Lagu yang biasa dinyanyikan dalam kegiatan menanam padi, adalah: Lutung Kasarung, Yandu Bibi, Ceuk Arileu, Oray orayan, Dengdang, Yarigandang, Oyong-oyong Bangkong, Badan Kula, Kokoloyoran, Ayun-ayunan, Pileuleuyan, Gandrung manggu, Rujak Gadung.

Satu set Angklung Buhun ini terdiri dari 9 buah angklung dan 3 buah bedug, dengan pengelompokan berdasarkan fungsi musikalnya sebagai berikut.

  1. Angklung Indung (besar) Indung Leutik dan Bedug
  2. Ringkung dan Engklok
  3. Dongdong, gunjing dan Ketu
  4. Roel 1
  5. Roel 2
  6. Talingting

Keberadaan Angklung Buhun tidak terlepas dari gaya hidup masyarakat Jawa Barat terutama suku Baduy yang agraris, seni dalam  kehidupan masyarakat tradisional tidak hanya berfungsi sebagai pelipur lara, tapi juga sebagai media penghubung antara kehidupan manusia dengan Sang Adi Kudrati demi terjaganya harmonisasi kehidupan alam makrokosmos dan alam mikrokosmos. (by Edih sarto)

You May Also Like

About the Author: putrabanten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *