Ingin Berwisata ke Banten? Kontak Exclusive Travelindo

  • Telp : (0254) 227088
  • Hp: +62812 820 67070 / +62878 7137 1170
  • Pin BB: 536E2CAB
  • Email: exclusivetravelindo@gmail.com
Menu

Kesenian Bendrong Lesung

March 6, 2016 | Budaya Banten

Salah satu kesenian yang juga tak kalah menariknya adalah Bendrong Lesung. Kesenian ini biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu seperti hajatan, sunatan, atau acara sukaria setelah panen. Untuk bisa menyaksikan secara langsung kesenian ini mungkin agak susah di banding sepeluh atau limabelas tahun yang lalu. Penyebab utamanya mungkin terletak pada pola pengolahan hasil pertanian, terutama pengolahan padi menjadi beras yang tidak lagi menggunakan alu dan lesung sebagai medianya, tapi sudah beralih ke penggilingan yang menggunakan tenaga mesin.

Bandrong lasung

Dahulu jika masyarakat mau menyelenggarakan kawinan atau apapun yang sifatnya perayaan sudah pasti akan membuat berbagai macam hidangan istimewa. Salah satu bahan pembuat kue adalah tepung dan tepung terbuat dari padi. Untuk membuat padi menjadi tepung harus dioleh dengan menggunakan alat yang dinamakan lesung dan alu atau orang Banten sering menyebutnya Lisung dan Halu. Lesung dibuatdari kayu glondongan dan didisain menyerupai perahu dengan bolong ditengah yang berfungsi sebagai tempat bulir bulir padi ditumbuk. Sedangkan di ujung kanan kiri dibuat ekor, agar ketika ditumbuk dengan alu bisa ber resonansi dan mengeluarkan suara mendengung. Sedangkan Alu dibuat silinder dan memiliki panjang sekitar 2 meter.

Cara menggunkan alat ini adalah, beberapa orang yang biasanya terdiri dari ibu ibu berdiri berjejer sambil memegang alu disepanjang sisi lisung, lalu secara bergantian menumbuk padi.

Bagaimana Bendrong Lesung jadi atraksi kesenian?

Konon kisahnya dimulai ketika masyarakat Banten yang rata rata petani dilanda kelaparan akibat kemarau panjang. Semua jenis tumbuhan yang biasa dijadikan makanan pokok seperti padi, singkong, pisang, ubi jalar dan lain lain pada kering dan mati. Kelaparan terjadi dimana mana, dan tidak sedikit orang yang meninggal.

Konon menurut cerita untuk menghentikan tangis anak anak yang kelaparan beberapa orang ibu berinisiatif berpura pura sedang menumbuk padi, padahal didalam lisung tersebut tidak ada apa apa. Berawal dari sinilah akhirnya menumbukan alu ke lesung tersebut dinamakan kesenian bendrong lesung.

Baca juga: Produk khas banten: Golok Ciomas

Related For Kesenian Bendrong Lesung