Kisah Kepala Loji Inggris di Banten (1603 – 1605)

“…..Where for wee burned him in the armes, shoulders and necke…than wee  burned him quite thorow the hands, and with raphes of iron tore out the flash and sinews. After that. l caused them to knocke the edges of his shinne bone with hotte searing iron…”

Kalimat tersebut diatas adalah cuplikan dari artikel  yang berjudul “An exact discourse of subtilities, fashion, policies, Religion and Ceremonies of the East Indian, as well Chnyneses as Javans, there abiding and dwelling”” ditulis pada tahun 1603 – 1605 oleh seorang kepala loji inggris di Banten yang bernama Scott.

Orang Banten

Sebenarnya banyak buku serupa yang lebih bersifat pengalaman personal  yang membahas sebuah tempat atau keadaan yang menurut penulisnya sangat menarik untuk ditulis. Baik itu bersifat menyenangkan maupun sebalikya. Sebut saja misalnya sebuah artikel dengan judul “de eerste schivaart der Nederlanderss naar Oost –Indie” (Pelayaran pertama orang Belanda). Dari sekian artikel yang menarik untuk diangkat salah satunya adalah catatan harian Scott yang pernah tinggal di Banten yang hanya dua tahun saja,..

Scott menulis artikel ini lebih bersifat laporan kepada pimpinan kompeni inggris. (East India Company) karena dia bekerja di lembaga tersebut dan dikirim ke Banten sebagai ketua Loji. Pada waktu itu Loji dibangun sebagai  kantor perwakilan dagang suatu maskapai perusahaan . Tapi pada kenyataannya loji juga sering digunakan sebagai sebuah Benteng pertahanan. Sebagai mana halnya loji Inggris yang ada di Banten.

Artikel ini  terkesan dramatis dan diwarnai dengan cerita tindakan kekerasan. Bagaiamana misalnya Scott dan anak buahnya menangkap orang yang mencoba masuk loji dengan maksud merampok. Orang tersebut disiksa dengan sangat keras dan tidak berprikemanusiaan. Dari mulai di bakar bagian anggota tubuhnya sampai di tusuk dengan menmggunakan besi runcing yang sudah di bakar terlebih dahulu.

Artikel ini juga berbicara tentang huru hara di Banten, karena memang pada saat itu sedang terjadi konflik, antara pihak bangsawan yang dipimpin oleh pangeran Mandalika dengan para saudagar asing. Para bangsawan ini ingin merebut kembali pengaruh dan kekuasaan yang sudah hampir dua puluh tahun lebih dikuasai oleh para pendukung pasar bebas.

Posisi para bangsawan yang termarginalkan dari hiruk pikuknya kegiatan ekonomi, mendorong mereka untuk mencoaba merebut kembali apa yang mereka pernah miliki dulu. Dimana sultan dan syahbandar pihak yang paling menikmati kemakmuran dari hasil perdagangan antar Negara ini.

Kehadiran para pedagang terutama dari Eropa utara menambah kisruhnya suasana. Karena mereka berada dipihak para pedagang dan berlawanan dengan penguasa. Tentu saja bagi Scott dan para pedagang yang berasal dari Eropa kondisi ini sangat merugikan, karena kegiatan bisnis mereka menjadi terhambat.

Disisi lain kepala Loji ini juga mempersonofikasikan Banten sebagai sebuah neraka. Karena keadaan yang serba sulit. Permukaan tanahnya berawa dan sulit untuk mendirikan bangunan yang permanen, udaranya panas dan masih ditemukan berbagai macam binatang buas yang siap  memangsa manusia.

Orang Banten juga digambarkan oleh Scott sebagai manusia pemalas, tidak adil, curang dan menginginkan sesuatu dengan jalan pintas tanpa proses yang benar dan kerja keras.

Tentu saja semua yang digambarkan oleh Scott tidak semuanya benar karena dia tinggal di Banten hanya dua tahun saja dan tidak adil rasanya jika pengalaman yang hanya dua tahun tersebut bisa menggambarkan dengan baik kondisi Banten yang sesungguhnya. Karena dalam buku yang lain Banten digambarkan sebagai sebuah tempat yang eksotis, makmur dan merangsang orang untuk datang mengunjunginya.

By: Edih Sarto

You May Also Like

About the Author: Edih Sarto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *