Mengenal Silsilah Kerajaan Banten

Silsilah kerajaan bantenSetiap kerajaan tentu memiliki silsilah, tak terkecuali Kesultanan Banten. Berikut ini adalah silsilah Kerajaan Banten yang masih bisa diketahui.

Generasi pertama dimulai dengan pemerintahan Syarif Hidayatullah – Sunan Gunung Jati yang berputerakan Ratu Pembayun, Pangeran Pasarean, Pangeran Jayalalana, Maulana Hasanuddin, Pangeran Bratakelana, Ratu Winaon, dan Pangeran Turusmi.

Tampuk pemerintahan kemudian diambil oleh putera keempatnya yakni Maulana Hasanuddin- Panembahan Surosowan (1552-1570) dengan putera dan puteri Ratu Pembayun Fatimah, Maulana Yusuf, Pangeran Arya Japara, Pangeran Suniararas, Pangeran Pajajaran, Pangeran Pringgalaya, Pangeran Sabrang Lor, Ratu Keben, Ratu Terpenter, Ratu Biru, Ratu Ayu Arsanengah, Pangeran Pajajaran Wado, Tumenggung Wilatikta, Ratu Ayu Kamudarage, dan Pangeran Sabrang Wetan.

Pemerintahan kemudian dipegang oleh putera pertama Maulana Hasanuddin, yakni Maulana Yusuf (1570-1580) yang berputerakan Pangeran Arya Upapati, Pangeran Arya Adikara, Pangeran Arya Mandalika, Pangeran Arya Ranamanggala, Pangeran Arya Seminingrat, Ratu Demang, Ratu Pacatanda, Ratu Rangga, Ratu Ayu Wiyos, Ratu Manis, Pangeran Manduraraja, Pangeran Widara, Ratu Belimbing, dan Maulana Muhammad.

Selanjutnya, tampuk pemerintahan Kesultanan Banten diserahkan pada putera Maulana Yusuf yang bernama Maulana Muhammad Pangeran Ratu ing Banten (1580-1596) dengan putera tunggal bernama Pangeran Abdul Mufakir Mahmud Kadir-Kenari yang lebih dikenal dengan sebutan Sultan Abdul Kadir.

Generasi selanjutnya kesultanan Banten dipegang oleh Sultan Abdul Kadir (1596-1651) dengan berputerakan Sultan Abul Maali Ahmad Kenari (Putra Mahkota), Ratu Dewi, Ratu Ayu, Pangeran Arya Banten, Ratu Mirah, Pangeran Sudamanggala, Pangeran Ranamanggala, Ratu Belimbing, Ratu Gedong, Pangeran Arya Manduraja, Pangeran Kidul, Ratu Dalem, Ratu Lor, Pangeran Seminingrat, Ratu Kidul, Pangeran Arya Wiratmika, Pangeran Arya Danuwangsa, Pangeran Arya Prabangsa, Pangeran Arya Wirasuta, Ratu Gading, Ratu Pandan, Pangeran Arya Wiraasmara, Ratu Sandi, Pangeran Arya Jayaningrat, Ratu Citra, Pangeran Arya Adiwangsa, Pangeran Arya Sutakusuma, Pangeran Arya Jaya Sentika, Ratu Hafsah, Ratu Pojok, Ratu Pacar, Ratu Bangsal, Ratu Salamah, Ratu Ratmala, Ratu Hasanah, Ratu Husaerah, Ratu Kelumpuk, Ratu Jiput, dan Ratu Wuragil.

Tampuk pemerintahan selanjutnya Kesultanan Banten diambil alih oleh Putera Mahkota Sultan Abul Maali Ahmad dengan putera-puetrinya Abul Fath Abdul Fattah, Ratu Panenggak, Ratu Nengah, Pangeran Arya Elor, dan Ratu Wijil Ratu Puspita.

Generasi selanjutnya dalam silsilah Kerajaan Banten dipegang oleh Sultan Ageng Tirtayasa Abul Fath Abdul Fattah (1651-1672) yang berputerakan Sultan Haji, Pangeran Arya Abdul Alim, Pangeran Arya Ingayudadipura, dan Pangeran Arya Purbaya.
Generasi ketujuh Kesultanan Banten kemudian dikuasai oleh Sultan Abun Nasr Abdul Kahar Sultan Haji (1672-1687) dengan berputerakan Sultan Abdul Fadhal, Sultan Abul Mahasin, Pangeran Muhammad Tahir, dan Pangeran Fadluddin.

Generasi kedelapan dalam silsilah Kerajaan Banten ini kemudian dikuasai oleh Sultan Abdul Fadhl (1687-1690) yang tidak memiliki keturunan sehingga pada generasi selanjutnya, tampuk pemerintahan diambil alih oleh Sultan Abul Mahasin (1690-1733) yang berputerakan Sultan Muhammad Syifa dan Sultan Muhammad Wasi.

Generasi kesepuluh Kesultanan Banten kemudian dipegang oleh Sultan Muhammad Syifa Zainul Arifin (1733-1750) yang beranakkan Sultan Muhamamd Arif dan Ratu Ayu. Generasi selanjutnya dilanjutkn oleh Sultan Syariffudin Ratu Wakil (1750-1752) tanpa keturunan sehingga tampuk pemerintahan diambil alih oleh Sultan Muhammad Wasi Zainul Alimin (1752-1753) yang juga tidak memiliki keturunan. Setelah itu, tampuk pemerintahan diambil oleh Sultan Muhammad Wasi Zainul Asyikin (1753-1773) yang berputerakan Sultan Abul Mufakhir Muhammad Aliyudin dan Sultan Muhyiddin Zainussholihin.

Generasi berikutnya tampuk pemerintahan dipegang oleh Sultan Abul Mufakhir Muhammad Aliyudin (1773-1799) yang berputerakan Sultan Muhammad Ishak Zainul Muttaqin. Generasi terakhir silsilah Kerajaan Banten berakhir di kekuasaan Sultan Muhyiddin Zainussholihin (1799-1801).

Baca juga:  6 Jejak Peninggalan Kerajaan Banten

You May Also Like

About the Author: putrabanten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *