Ingin Berwisata ke Banten? Kontak Exclusive Travelindo

  • Telp : (0254) 227088
  • Hp: +62812 820 67070 / +62878 7137 1170
  • Pin BB: 536E2CAB
  • Email: exclusivetravelindo@gmail.com
Menu

Meriam Ki Amuk

March 15, 2016 | Sejarah Banten

Jika kita berkunjung ke bekas kesultanan Banten kita akan melihat beberapa benda peninggalan dari mulai  Benteng yang sudah hancur, sisa keraton yang tinggal puing,  pakean kebesaran,  mata uang dan beberapa macam senjata tajam, seperti pedang, tombak, golok. Dan lain lain.

MERIAM KI AMUK

Salah satu benda bersejarah lain yang banyak menyedot perhatian pengunjung adalah sebuah meriam yang berwarana hitam yang ditempatkan ditengah alun alun. Sekilas setiap pengunjung yang melihatnya akan dihinggapi beberapa pertanyaan, yaitu dari mana asal muasal meriam tersebut? Apakah meriam ini dibuat di Banten? Dan siapa yang membuatnya ?

Dari hasil penulusuran yang penulis lakukan dari berbagai sumber, ada beberapa informasi yang bisa dijelaskan perihal keberadaan meriam tersebut. Seperti pendapat  K.G. Crucq dalam artikelnya yang berjudul “Geschiedenis van her heilige canon te Banten” (1938)  meriam tersebut memiliki ukuran mulut luar 0,59 m, mulut dalam 0,32 m dan memiliki panjang total 3,45 m. dikepala merim juga tertulis dengan huruf arab”akibatul khairi salamtul iman” yang memiliki arti “akhir yang baik adalah keselamatan iman”.

Masih di sepanjang punggung meriam juga tertulis dengan menggunakan tulisan arab yang jika artikan akan berbunyi “tiada pemuda seperti itu selain Ali, tiada pedang selain zhul fikar, hendaklah engkau bersabar dalam takwa sepanjang masa kecuali mati”.

Sumber lain yang juga menyinggung keberadaan meriam ki amuk adalah sebuah peta yang ada di perpustakaan Castello di Firenze, Italia. Dalam peta tersebut tercatat bahwa di Kota Banten ada sebuah meriam dipertengahan abad ke 17 yang disebut ‘t Desperant’ sudah bisa dipastikan oleh Crucq bahwa meriam tersebut adalah Meriam KI Amuk.

Darimana asalnya meriam KI Amuk ?

Ada banyak pendapat yang mencoba mengungkap asal muasal meriam ini, diantaranya pendapat Ruth Brown dan Robert Smith  yang mengatakan bahwa ada banyak meriam yang di bawa  dari Eropa ke India dan Indonesia pada abad ke 16 dan 17 dan mungkin meriam yang di Banten (Ki Amuk) adalah salahsatunya.

Tapi pendapat yang paling banyak di rujuk oleh para pemerhati sejarah Banten, adalah pendapatnya K.G. Crucq, yang menyimpulkan bahwa, meriam Ki Amuk adalah dibuat oleh seorang pembelot Portugis yang bernama Koja Zaenal. Dan meriam ini di buat di jawa tengah, ini dibbuktikan di mulut meriam ada gambar bintang berujung delapan lambang ini biasa juga disebut dengan “mentari Majapahit” karena di beberapa kuburan abad ke 14 dan 15 ditroloyo beberapa batu nisan menggunakan lambang ini.

Baca Juga:  Kesenian Bendrong Lasung

Jadi kesimpulannya meriam tersebut di buat atas pesanan Sultan Trenggono (Demak) dan diberikan kepada Sultan Hasanudin Banten sebagai hadiah maskawin perkawinan putrinya.

Kelak meriam ini akan menjadi bagian dari perjalanan sejarah kesultanan Banten dan mengawal para penguasanya dalam menghadapi  colonial.

Sampai hari ini ada beberapa orang yang mengeramatkan dan percaya bahwa Meriam KI Amuk memiliki kekuatan yang amat besar dan saktimandraguna.

By: Edih Sarto

Related For Meriam Ki Amuk