Ingin Berwisata ke Banten? Kontak Exclusive Travelindo

  • Telp : (0254) 227088
  • Hp: +62812 820 67070 / +62878 7137 1170
  • Pin BB: 536E2CAB
  • Email: exclusivetravelindo@gmail.com
Menu

Wisata Taman Nasional Ujung Kulon Banten

January 15, 2016 | Pandeglang Banten

Taman nasional ujung kulon

Wisata Taman Nasional Ujung Kulon Banten merupakan Taman Nasional pertama di Indonesia yang diresmikan UNESCO tahun 1991 dan juga sebagai warisan alam dunia yang dilindunginya. Taman Nasional Ujung Kulon Banten terletak di ujung Pulau Jawa Bagian Barat dengan luas 122.965 hektar. Tempat ini meliputi Gunung Krakatau dan beberapa pulau kecil seperti Pulau Peucang dan Pulau Handeuleum. Batas tersebut di mulai dari Ujung Kulon sampai dengan Samudra Hindia.

Taman Nasional Ujung Kulon juga merupakan habitat asli Badak bercula satu yang menjadi lambang dan binatang yang dilindungi. Awalnya, Taman Nasional Ujung Kulon Banten merupakan kawasan pertanian, namun pada tahun 1883 terjadi letusan gunung Krakatau yang menghancurkan kawasan oleh gelombang Tsunami dengan ketinggian sekitar 15 meter.

Untuk pertama kalinya, Taman Nasional Ujung Kulon Banten diperkenalkan ke masyarakat luas oleh seorang ahli Botani asal Jerman yang bernama F.Junghun tahun 1848 dimana kawasan tersebut merupakan laboratorium flora dan fauna yang sangat kaya sebelum terjadinya letusan Gunung Krakatau.

Secara letak geografis dan administratif, objek wisata Taman Nasional Ujung kulon Banten ini berada dalam dua kecamatan yaitu, kecamatan Sumur dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten. (06˚52’17”S 105˚02’32E) dan (06˚30’43”S 105˚37’37”E) merupakan letak secara geografisnya.

Ekosistem daratan yang terdiri dari Hutan Hujan Tropik dengan dataran rendah meliputih Gunung Honje, Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang dan Pulau Panaitan. Ekosistem perairan laut yang terdiri dari berbagai jenis dan karakter terumbu karang meliputi wilayah perairan Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Handeuleum, Pulau Peucang dan Pulau Panaitan.

Dan yang terakhir adalah ekosistem Pesisir Pantai yang merupakan kawasan Hutan Mangrove yang banyak ditemukan di sana, tepatnya di bagian timur laut Semenanjung Ujung Kulon. Dari ketiga tipe dan karakter ekosistem yang ada, terdapat hubungan ekologi yang tidak dapat terpisahkan dan satu sama lain saling ketergantungan dalam menumbuhkan dan membangun proses ekologi alam yang sempurna.

Berdasarakan karakter dan tipe ekosistem yang ada di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon Banten, beberpa jenis tumbuhan dapat ditemukan di sana. Itulah sebabnya Taman Nasional Ujung kulon juga dijadikan sebagai laboratorium hidup yang kaya dan berkarakter.

Hutan yang terdapat di Taman Nasional ini juga memiliki beraneka ragam jenis tanaman, seperti Jukut Kiara, Kanyere Laut, Tarum Laut, Pandan Duri, dan Pandan Bidur adalah jenis tanaman lain yang tumbuh di dekat garis pantai. Lebih dalam lagi, di hutan pantai juga bisa ditemukan tanaman Cente, Waru, Waru Laut, Babakoan, Taritih, Pulus, Langkap, dan gebang. Bahkan di pantai bagian selatan dapat di temukan jenis tanaman seperti Ketapang, Kampis Cina, Nyamplung, Poh-pohan, Malapari, Cantigi Laut dan Lampeni. Semua jenis tumbuhan tersebut hidup subur sejauh mata memandang.

Tentu saja bila berpergian ke daerah Pantai kita kan menemukan jenis tanaman Mangrove, selain berfungsi sebagai penahan dan pemecah gelombang laut, Hutan Mangrove juga bisa mencegah terjadinya abrasi laut. Tanaman Mangrove dapat ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon Banten dengan berbagai jenis, seperti Pasi-padi, apai-api, bakau-bakau, Bogem, dan Pedada serta terkadang dapat ditemukan jenis Paku laut yang tumbuh di perairan payau, biasanya akan tumbuh subur di muara sungai Payau.

Hutan hujan tropik yang meliputi dataran rendah Unjung Kulon seperti Pulau Peudang, Pulau Panaitan dan Gunung Honje bisa dikunjungi sembari melihat berbagai jenis tanaman seperti Langkap, Nibung, aren, Sayar, Jambe, Bingbing, Rotan, Kaman, dan gebang serta beberapa jenis tumbuhan tropik lainya.

Fauna yang hidup di kawasan wisata Taman Nasional Ujung Kulon Banten salah satunya adalah Badak Jawa, hewan bercula satu ini dengan kulit tebal dan kaku merupakan identitas dan hewan yang dilindungi. Di samping itu, kita juga dapat menemukan berbagai jenis hewan yag hidup di sana seperti Surili, Owa Jawa, anjing Hutan, Banteng Rusa, Babi Hutan dan beberapa predator seperti Macan Tutul, Macan Dahan, Luwak dan masih banyak lagi.

Keberadaan mereka semakin hari semakin berkurang dan hampir punah. Bahkan dari beberapa jenis hewan dapat dikatakan musnah. Oleh sebab itu, penting untuk dilakukan penjagaan yang ketat dalam menjaga ekosistem di Taman Nasional tersebut. Untuk alasan itulah kenapa taman nasional ini didirikan, sekaligus menyadarkan kita semua bahwa hewan haruslah dijaga keberadaannya.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, disebutkan bahwa kawasan Taman Nasional sangatlah luas dan terdiri atas berbagai macam pulau dengan karakter yang berbeda-beda, di antaranya ada Pulau Panaitan yang terletak di ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, gulungan ombak yang besar membuat karakter dari pulau tersebut sangat cocok sebagai wahana Surfing. Dengan luas 17.000 hektar yang dipisakan oleh selat sempit, pulai Panaitan menawarkan keindahan alam yang berbeda dengan pulau lain yang berada di kawasan Taman nasional. Di pulau ini pun terdapat sebuah Arca Ghanesa beserta benda-benda unik lainnya.

Pulau lainnya adalah Pulau Handeuleum yang memiliki luas area wisata kurang lebih 220 hektar. Pulau ini juga memilki keistimewan berupa banyaknya hewan rusa dan hutan mangrove yang subur sehingga bisa menjadi pemandangan alam yang tidak membosankan. Di pulau ini kita juga bisa mengunjungi Sungai Cigenter dengan menggunkan Kano untuk menuju kawasan Padang rumput di kawasan Cikabeumbeum. Jika Anda mengunjungi Taman Nasional yang satu ini, Anda akan memperoleh liburan yang menarik, mendidik, dan mengasyikkan, bukan?

Baca juga: Wisata air CAS water park cikole banten

Related For Wisata Taman Nasional Ujung Kulon Banten